Sabtu, 24 Januari 2015

sejarah singkat universitas gunadarma
ARTI LAMBANG GUNADARMA
Tangkai obor berdiri tegak: Melambangkan keteguhan hati untuk menyumbangkan dharma bakti kepada nusa dan bangsa.Cawan obor yang melebar dan cekung: Adalah wadah dari ilmu pengtahuan yang luas dan mendalam. Kobaran api yang kuning keemasan: Menunjukan semangat juang yang tak pernah padam dalam menuntut ilmu dan menyumbangkannya kepada masyarakat. Bentuk lingkaran yang berwarna ungu: Adalah suatu bentuk yang geometris yang member cirri paa ilmu pengetahuan yang ditekuni dan dikembangkan. Bingkai segi lima: Menyatakan bahwa universitas gunadarma berazaskan pancaila.
VISI dan MISI dan TUJUAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Visi
Pada tahun 2012 Universitas Gunadarma menjadi Universitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia yang kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diakui (recognized), baik di tingkat regional maupun internasional
Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. 2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian yang bertaraf internasional dan bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia. 3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai ujud pengejawantahan tanggung jawab sosial institusi (university social responsibility). 4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pelbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri. 5. Mengembangkan organisasi institusi dalam rangka merespon pelbagai perubahan yang terjadi.
Tujuan
Menjadikan program studi yang ada sebagai program pendidikan unggulan masa depanyangberbasiskan tekhnologi informasi dan mampu menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang relevan dengan tuntutan kebutuhan pembangunan bangsa dan Negara.
SEJARAH SINGKAT UNIVERSITAS GUNADARMA
Pada 7 Agustus 1981 berdiri Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) di Jakarta yang tiga tahun kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 13 Januari 1990, berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma (STIE Gunadarma). Pada tahun 1993, STMIK dan STIE membuka Program Magister dengan konsentrasi Manajemen Sistem Informasi untuk STMIK serta Magister Manajemen untuk STIE. Selanjutnya, melalui S.K. Dirjen DIKTI No.92/Kep/Dikti/1996 tertanggal 3 April 1996, STMIK dan STIE Gunadarma melebur menjadi UNIVERSITAS GUNADARMA bersama dengan empat fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra. Membuka milenium baru, Universitas Gunadarma membuka Program Doktor Ilmu Ekonomi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 55/DIKTI/2000 yang diikuti dengan pembukaan Program Doktor Teknologi Informasi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 3716/P/T/2002. Setelah melalui perjuangan panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, Universitas Gunadama telah menjelma menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia. Pengalaman selama 25 tahun yang diiringi pengabdian dan dedikasi tenaga pengajar; komitmen yayasan dan pimpinan; pengadaan fasilitas pembelajaran serta kepercayaan masyarakat, Universitas Gunadarma terus berupaya menghasilkan lulusan yang berguna dan bisa mendarmabaktikan kompetensinya demi membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Beberapa tonggak historis Universitas Gunadarma dalam kurun waktu seperempat abad disajikan dalam Tabel 1.1. Tabel 1.1. Tonggak Historis Universitas Gunadarma No. Hari Tanggal Peristiwa 1. Jumat 7 Agustus 1981 Pendirian Pusat Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) 2. Senin 10 Agustus 1981 Kuliah perdana mahasiswa PPIK 3. Jumat 9 September 1983 PPIK diubah status dan namanya menjadi Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI) 4. Senin 9 Juli 1984 Nama Yayasan Pendidikan Gunadarma dicanangkan 5. Selasa 10 Juli 1984 ASKI diubah status dam namanya menjadi Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG) 6. Selasa 14 Agustus 1984 Ijin Operasional Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG) diperoleh 7. Jumat 28 September 1984 Wisuda Sarjana Muda pertama 8. Sabtu 9 Maret 1985 Peletakan batu pertama pembangunan Kampus D 9. Sabtu 5 Oktober 1985 STKG yang berubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma memeroleh status “Terdaftar“ 10. Senin 5 Januari 1987 Peresmian penggunaan Kampus D 11. Selasa 13 Januari 1987 Sidang Sarjana (S1) pertama 12. Sabtu 24 Januari 1987 Wisuda Sarjana (S1) pertama 13. Selasa 16 Juni 1987 Ujian Negara Cicilan pertama 14. Senin 4 Januari 1988 Program Studi Manajemen Informasi (MI) dan Teknik Komputer (TK) memeroleh status “Diakui” 15. Selasa 4 Juli 1989 Program Studi Teknik Informatika (TI) dibuka 16. Sabtu 12 Agustus 1989 Program Studi Manajemen Informasi (MI) dan Teknik Komputer (TK) memeroleh status “Disamakan” 17. Kamis 7 September 1989 Program Studi Teknik Informatika (TI) memeroleh status “Terdaftar” 18. Sabtu 13 Januari 1990 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) berdiri 19. Kamis 8 Feuari 1990 Peresmian penggunaan Kampus Salemba 53 20. Kamis 16 Juni 1990 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) memeroleh status “Terdaftar” 21. Kamis 28 Maret 1991 Peletakan batu pertama pembangunan Kampus E 22. Rabu 19 Juni 1991 Program Studi Teknik Informatika (TI) memeroleh status “Diakui” 23. Selasa 17 September 1991 Peresmian penggunaan Kampus E 24. Kamis 20 Feuari 1992 Program Studi Teknologi Informasi (TI) memeroleh status “Disamakan” 25. Senin 10 Mei 1993 Program Magister Manajemen dan Magister Manajemen Sistem Informasi dibuka 26. Jumat 24 September 1993 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) memeroleh status “Disamakan” 27. Rabu 3 April 1996 Universitas Gunadarma (UG) berdiri 28. Selasa 11 Agustus 1998 Program Studi Teknik Informatika (S1) memeroleh peringkat akreditasi A dari BAN-PT 29. Selasa 3 Agustus 1999 Program Magister Teknik Elektro dibuka 30. Jumat 10 Maret 2000 Program Doktor Ilmu Ekonomi dibuka 31. Rabu 22 Mei 2002 Program Magíster Sastra, Magíster Psikologi, dan Magíster Sipil dibuka 32 Senin 17 Juni 2004 Program D3 Kebidanan dibuka 33. Kamis 13 September 2004 Peresmian penggunaan Kampus J Keberadaan dan perkembangan Universitas Gunadarma sampai saat ini merupakan keberhasilan penerapan prinsip otonomi perguruan tinggi di tingkat institusi. Prinsip otonomi ini menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Universitas Gunadarma dengan tetap mengikuti perkembangan eksternal, khususnya kebijakan, peraturan dan perundangan yang berlaku. Selain itu, perjalanan yang relatif panjang tersebut juga menunjukkan kepemimpinan yang teruji dan luwes dalam menghadapi berbagai perubahan dan kebijakan yang terkait dalam pengelolaan perguruan tinggi. Kepemimpinan dan sistem pengelolaannya mengacu kepada tata kelola universitas yang baik (good university governance) yang telah ditetapkan. Info lebih lanjut, silakan kunjungi website www.gunadarma.ac.id


Sumber: https://tricahyaayu.wordpress.com/2010/10/14/sejarah-singkat-universitas-gunadarma/

PASAR

PENGERTIAN PASAR

Pasar dalam arti sempit adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk mengeadakan transaksi jual-beli barang dan jasa. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan transaksi dapat dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas, yaitu proses interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar.
Contoh pasar dalam arti yang sangat luas yaitu pasar saham, pasar uang, penjualan via internetdan surat kabar yang dilanjutkan dengan interaksi melalui telepon. 
Pada pasar, ada perusahaan yang menjadi pemain tunggal dan ada pula yang terdiri dari beberapa perudahaan produksi barang dan jasa. Ketika perusahaan bermain di dalam pasar, kemungkinan untuk memepengaruhi dan membentuk harga pasar dapat dilakukan oleh perusahaan yang menguasai (memonopoli). Hal tersebut terkait dengan keanekaragaman jenis barang, kebebasan perusahaan keluar masuk pasar, dan jumlah perusahaan  yang menjual produknya di pasar.

Syarat-syarat terbentuknya pasar:
·                     Terdapat penjual dan pembeli
·                     Adanya barang atau jasa yang diperjualbelikan
·                     Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli atau tawar menawar antara pembeli dn penjual
Ada tiga fungsi yang mendasar pada keberadaan pasar, yakni :
·                     Fungsi Distribusi maksudnya pasar berfungsi mendekatkan jarak antara konsumen dengan produsen dalam melaksanakan transaksi. Dalam fungsi distribusi, pasar berperan memperlancar penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
·                     Fungsi Pembentukan Harga maksudnya pasar berfungsi sebagai pembentuk harga pasar, yaitu kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.
·                     Fungsi Promosi maksudnya pasar digunakan sebagai ajang promosi. Pelaksanaan promosi dapat dilakukan dengan cara memasang spanduk, membagikan brosur, membagikan sampel, dll.
Adapun pasar memeiliki peranan, sebagai berikut :
·                     Sebagai tempat untuk mempromosikan barang.
·                     Sebagai tempat untuk menjual hasil produksi.
·                     Sebagai tempat untuk memperoleh bahan produksi.
·                     Memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhan
·                     Sebagai tempat bagi konsumen untuk menawarkan sumber daya yang dimiliki
·                     Sebagai penunjang kelancaran pembangunan
·                     Sebagai sumber pendapatan Negara

STRUKTUR PASAR
Struktur pasar adalah berbagai hal yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, antara lain jumlah perusahaan dalam pasar, skala produksi, dan jenis produksi. Suatu struktur pasar dikatakan kompetitif jika perusahaan tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga dan jumlah barang di pasar. Semakin lemah kemampuan perusahaan untuk mempengaruhi pasar, semakin kompetitif struktur pasarnya. Demikian pula sebaliknya. Contoh sederhana dapat kita lihat pada pasar listrik di Indonesia. Pasar listrik di Indonesia dapat dikatakan tidak kompetitif karena Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebagai satu-satunya perusahaan besar dalam produksi listrik, dapat menaikkan dan menurunkan harga maupun kuantitas listrik di Indonesia. Sebaliknya jika kita melihat penjual cabai yang ada di pasar-pasar tradisional, pasar cabai itu memiliki struktur pasar yang kompetitif, karena secara individu, masing-masing penjual cabai tidak mampu mengubah harga maupun kuantitias cabai Indonesia secara signifikan.
Struktur pasar kompetitif berbeda dengan tingkah laku kom- kompetitif petitif petitif. Tingkah laku kompetitif adalah kondisi di mana perusahaan harus bersaing secara aktif dengan perusahaan lain. Tingkah laku persaingan aktif menunjukkan bahwa pasar tidak bersaing secara sempurna. Sebagai contoh, penerbit majalah mingguan, agar majalahnya laku terjual, penerbit harus aktif bersaing dengan penerbit sejenis. Sebaliknya dengan petani, mereka tidak perlu bersaing karena tidak dapat mempengaruhi pasar. Dari sini, kita dapat memilah-milah struktur pasar dari persaingan sempurna sampai dengan monopoli, di mana setiap struktur pasar memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pada pasar ini, kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa. Harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau penjual. Bentuk pasar persaingan murni terdapat terutama dalam bidang produksi dan perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa. Pada bentuk pasar ini terdapat pula perdagangan kecil dan penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa (pertukangan, kerajinan). Berikut adalahciri-ciri pasar persaingan sempurna.
1.      Jumlah Pembeli dan Penjual Banyak.. Artinya, jumlah pembeli dan jumlah penjual sedemikian besarnya, sehingga masing-masing pembeli dan penjual tidak mampu mempengaruhi harga pasar, atau dengan kata lain, masingmasing pembeli dan penjual menerima tingkat harga yang terbentuk di pasar sebagai suatu datum atau fakta yang tidak dapat diubah. Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat. Begitu pula dengan penjual, sehingga jika penjual menurunkan harga, ia akan rugi sendiri, sementara jika ia menaikkan harga, maka pembeli akan lari kepada penjual lainnya.
2.      Barang dan Jasa yang Diperjualbelikan Bersifat Homogen.. Dalam hal ini, konsumen menganggap bahwa barang yang diperjualbelikan sama mutunya, atau paling tidak, konsumen tidak dapat
membedakan antara barang satu dengan barang lainnya. Meskipun  demikian, dalam kenyataan, barang atau jasa yang benarbenar homogen itu tidak mungkin ada, yang ada hanyalah barang atau jasa yang mendekati homogen, seperti beras Cianjur, dukuh Palembang, daging, dan gula.

3.      Faktor Produksi Bebas Bergerak. Faktor produksi, seperti bahan baku ataupun tenaga modal bebas bergerak, bebas berpindahpindah dari suatu tempat ke tempat lain, yang lebih menguntungkan. Tidak ada yang menghalangi, baik kendala peraturan maupun kendala teknik.
4.      Pembeli dan Penjual Mengetahui Keadaan Pasar Pasar. Pembeli dan penjual satu sama lain saling mengetahui dalam hal biaya, harga, mutu, tempat dan waktu barang-barang yang diperjualbelikan.
5.      Produsen Bebas Keluar Masuk Pasar Pasar. Ada kebebasan untuk masuk dan keluar dari pasar. Perusahaan yang mampu memproduksi barang dapat masuk secara bebas ke dalam industri, tidak ada yang dapat menahannya. Setiap perusahaan juga bebas keluar dari pasar jika diinginkan.

6.      Bebas dari Campur Tangan Pemerintah. Bebas dari campur tangan pemerintah. Pada pasar persaingan sempurna ini, tidak ada campur tangan pemerintah dalam menentukan harga. Sebagai akibatnya, harga barang atau jasa benar-benar terjadi sebagai akibat interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar.

SUMBER: http://semakaruniakarunia.blogspot.com/2014/02/makalah-ekonomi-pasar.html

Rabu, 21 Januari 2015

SEJARAH KOMPUTER

BAB I
PENDAHULUAN
          A.   Latar Belakang
Pada zaman dahulu, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia.Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data agar dapat mendapatkan hasil lebih cepat.Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejak dahulu kala di mana terciptanya diawali dengan perkembangan alat hitung. Alat hitung tertua yang sekarang masih digunakan adalah  sempoa yang muncul sekitar beberapa ribuan tahun yang lalu di Asia dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, walaupun sudah jarang dalam penggunaannya namun dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputer.
Zaman modern ini menuntut segala aktivitas hidup manusia bisa dilakukan secara efektif dan efisien.Untuk itu mereka berlomba-lomba menciptakan suatu perangkat untuk mewujudkannya, maka terciptalah computer. Hampir setiap pekerjaan manusia bergantung pada komputer misalnya, di kantor, perusahaan, sekolah, rumah dan dimanapun mereka membutuhkannya.Hal itu senua dipengaruhi karena adanya teknologi, dimana teknologi informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren pengguna e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education, e-government, e- learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komuikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, teknologi informasi dan komunikasi yang telah mengglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfasihan buku, guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi Informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang. Sehingga masyarakat berbondong-bondong membeli gadget untuk memenuhi segala kebutuhannya.



       B.    Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian komputer?
2.      Bagaimana sejarah perkembangan komputer?
3.      Apa saja perangkat-perangkat hardware?
4.      Apa saja perangkat-perangkat software?

      C.   Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian komputer yang sesuai istilah
2.      Mengetahui sejarah komputer yang sampai saat ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia
3.      Mengetahui apa saja jenis-jenis perangkat hardware
4.      Mengetahui apa saja jenis-jenis perangkat software

           D.   Metodologi  Penulisan
Metodologi yang digunakan dalam penulisan makalah ini diantaranya adalah  Metode Literatur dan pustaka yang artinya metode ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari buku dan internet yang mendukung penulisan makalah ini.



BAB II
PEMBAHASAN
1.1            Pengertian Komputer
Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda bagi setiap orang. Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to reckon). Komputer adalah sebuah mesin elektronik yang amat berguna pada zaman dahulu dan sekarang. Komputer dapat meringankan kerja sehari-hari manusia, membantu menyelesaikan tugas-tugas manusia dengan cepat dan tepat. Komputer adalah sebuah mesin yang boleh diprogramkan untuk keberbagaian guna. Komputer dapat menerima data mentah, rajah dan akan memprosesnya kemudian memanipulasikan untuk dijadikan maklumat yang berguna. Ia juga diprogram untuk menerima input, lalu memproses untuk mengeluarkan output seperti yang dikehendaki dan ia juga berupaya menyimpan maklumat atau info tersebut untuk kegunaan pada masa akan datang. Komputer telah menjadi sebagian daripada kehidupan manusia kerana benda tersebut mempunyai kelajuan(speed), kebolehpercayaan (reliability),keupayaan storan (storagecapability), produktivitas(productivity),dan membuat keputusan.
Menurut Blissmer (1985), komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi. Sedangkan menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang computersebagai kesimpulannya, komputer adalah sebuah mesin elektronik yang dapat menyelesaikan tugas-tugas manusia dengan lebih pantas maupun sesuai dari tenaga manusia dan keputusannya tepat.
1.2. Sejarah Komputer
           Sejarah penciptaan komputer bermula dengan terciptanya alat-alat perniagaan, sepertiAbakus yang sekarang ini dilakukan oleh komputer. Pada zaman dahulu pengiraan dilakukan dengan menggunakan jari, manik, kayu dan kulit kerang. Dengan terciptanya Abakus 5000 tahun yang lalu telah memudahkan ahli perniagaan dalam proses pengiraan asas campur, tolak dan darab.Ia telah digunakan secara meluas oleh ahli perniagaan China, Turki dan Yunani.
Komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis. Dari definisi tersebut terdapat tiga istilah penting, yaitu input (data), pengolahan data, dan informasi (output). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama pengolahan data  elektronik (PDE) atau elecronic data processing (EDP). Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti, yaitu berupa suatu informasi. Dengan demikian, informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.
1.   Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
2.   Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
3.   Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
4.   Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh
Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa ke masa, terutama alat pengolah data pada golongan 2, 3, dan 4. Adapun dengan adanya perkembangankomputer terciptalah komputer dengan berbagai generasi berupa :
1.      KOMPUTER GENERASI PERTAMA (1940 - 1959)
Komputer generasi pertamamempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- Komponen yang dipergunakannya adalah tabung hampa udara (Vacum tube) untuk sirkuitnya.
- Program hanya dapat dibuat dengan bahasa mesin : Assembler.
- Ukuran fisik komputer besar, memerlukan ruangan yang luas.
- Cepat panas.
- Proses kurang cepat.
- Kapasitas penyimpanan kecil.
- Memerlukan dya listrik yang besar.
- Orientasi pada aplikasi bisnis.


Electronic Numerical Integrator And Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania.Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder,Komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980),ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.Pada pertengahan tahun 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan Tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer.
2.   KOMPUTER GENERASI KEDUA (1959-1964)
Komputer generasi keduamempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- Sirkutinya berupa transistor
- Program dapat dibuat dengan bahasa tingkat tinggi (high level language), seperti FORTRAN, COBOL, ALGOL
- Kapasitas memori utama sudah cukup besar
- Ukuran fisik komputer lebih kecil dari komputer generasi pertama
- Proses operasi sudah cepat
- Membutuhkan lebih sedikit daya listrik
- berorientasi pada bisnis dan teknik
           Dalam generasi kedua ini adanya mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom.Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer.Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis.Dengan konsep ini, komputer dapatmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu.Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) danFormula Translator(FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia.Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer.Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst,dan ahli sistem komputer).Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

     3.     KOMPUTER GENERASI KETIGA (1964-1970)
Komputer generasi ketigamempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- Komponen yang digunakan adalah IC (Integrated Circuits)
- Peningkatan dari softwarenya
- Pemrosesan lebh cepat
- Kapasitas memori lebih besar
- Penggunaan listrik lebih hemat
- Bentuk fisik lebih kecil
- Harga semakin murah

  Pada generasi ketiga inilah teknologi IC menjadi ciri utama pada sebuah perangkat komputer hinggga sekarang, komponennya berbentuk hybrid atau solid (SLT) dan monolithic (MST).Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC :integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponenkomponen dapat dipadatkan dalam chip.Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

     4.     KOMPUTER GENERASI KEEMPAT (1970-1980)
Komputer generasi keempatmempuyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Komponen utamanya sudah menggunakan LSI (Large Scale Integration) atau disebut juga dengan Bipolar Large Scale Integration yaitu sebuah chip yang berisi ribuan IC (Integrated Circuit) dan setelah itu LSItadi dikembangkan menjadi VLSI(Very Large Scale Integration)
-Dikembangkan komputer mikro yang menggunakan micro processor dan semiconductor yang berbentuk chip untuk memori komputer.
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas yaitu mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen elektrik. Large Scale Integration(LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip.Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration(VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chiptunggal.Ultra-Large Scale Integration(ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan.Pada pertengahan 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum.komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer(PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Komputer melanjutkan evolusinya untuk ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop). IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer.Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputertersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuksalingberbagimemori.


    5.     KOMPUTER GENERASI KELIMA (1980an-tahap perkembangan)
Komputer generasi kelima mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
- Komponen yang digunakan adalah VLSI (Very Large Scale Integration)
- Komputer pada generasi ini akan dikembangkan komputer yang dapat menterjemahkan bahasa manusia, bercakap-cakap dengan manusia, dapat melakukan diagnosa penyakit yang lebih akurat
Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima.Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL mampu memiliki nalar untuk melakukan percakapan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.Mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi lainnya yang su sudah terwujud. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain menyatakan keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.
1.3 Perangkat Keras Komputer (Hardware)
            Perangkat keras komputer atau yang lebih sering disebut hardware adalah benda nyata yang bisa disentuh, diraba dan dilihat dan fungsinya adalah untuk membantu proses komputerisasi.. Jenis - jenis hardware antara lain memory, hard disk, motherboard, mouse, keyboard, dll. Masing - masing hardware yang terdapat pada komputer telah mempunyai tugas sendiri-sendiri sehingga menghasilkan sebuah sistem komputer yang utuh dan bekerja dengan baik.Hardware dapat dibagi menjadi 5 yaitu.
1. Unit masukan (Input Device)
            Unit masukan adalah hardware yang digunakan untuk memasukkan data atau perintah untuk nantinya diolah oleh komputer sebelum menjadi sebuah informasi. Input device dibagi menjadi beberapa bagian yaitu, input suara, input gambar. Contoh dari hardware unit  masukan adalah :
a. Keyboard
Keyboard merupakan papan yang berisi huruf dan angka dan digunakan untuk memasukan huruf dan angka ke dalam komputer, dan juga dapat melakukan beberapa perintah lain seperti membuka file dengan tombol CTRL + O atau save file dengan CTRL + S. Keyboard yang lazim digunakan saat ini adalah keyboard QWERTY. Selain keyboard QWERTY ada juga keyboard jenis lain seperti DVORAK dan KLOCKENBERG. Tombol keyboard terbagi atas 4 jenis tombol yaitu:
ü  Tombol Fungsi digunakan untuk mempermudah memberi perintah. Yang termasuk tombol fungsi Esc, F1 – F12 Print screen, scroll lock, delete, home, end, Page up, Page Down, tab, caps lock, enter, spasi.
ü  Tombol Alfanumerik digunakan untuk melakukan pengetikan. Yang termasuk tombol alfanumerik adalah Huruf (A-Z), Angka(0-9), dan simbol (!@# dll.)
ü  Tombol Kontrol digunakan untuk memindahkan krusor ke segala arah. Yang termasuk tombol kontrol adalah panah atas(^), panah bawah(v), panah kiri (<), panah kanan (>)
ü    Tombol Numerik digunakan untuk memasukkan angka dan biasanya terletak di sebelah kanan tomol alfanumerik terdiri atas angka dan operasi(+ - X / dan enter)
b. Mouse
Mouse merupakan salah satu dari unit masukan atau input device. Mouse adalah perangkat yang digunakan untuk menggerakan krusor. (untuk laptop biasanya menggunakan touchpad sebagai perangkat default nya). Port yang digunakan mouse adalah port PS2, serial port dan USB port.
c. Scanner
Scanner adalah alat yang digunakan untuk mengubah gambar (mis.Gambar dokumen KTP dll.)menjadi file digital.

2. Perangkat Pengolah Data (Processor)
Perangkat ini berada di dalam komputer yang biasa disebut dengan Central Processing Unit atau yang lebih akrab disebut dengan CPU.CPU adalah otak dari komputer yang berfungsi sebagai pengolah data sehingga menjadi sebuah informasi.Contoh Processor yang terkenal jaman sekarang adalah core i3, core i5, core i7.Tapi yang paling lumrah dan sebagai processor default laptop zaman sekarang adalah Core i3.Didalam processor ada 3 hal yang penting yang perlu diperhatikan.
a. Primary Storage
Primary storage adalah ukuran besarnya possessor yang biasa disebut main memory
 b. Arithmatic and logic unit Arithmatic and logic unit adalah suatu alat yang bertugas melakukan operasi penghitungan dan logika komputer.
c. Control Unit
Control unit adalah suatu alat pengontrol yang berada dalam komputer yang memberitahukan unit masukan mengenai jenis data, waktu pemasukan, dan tempat penyimpanan di dalam primary storage. Control unit juga bertugas memberitahukan arithmetic and logic unit mengenai operasi yang harus dilakukan, tempat data diperoleh, dan letak hasil ditempatkan.

3. Unit Keluaran ( Output Device )
Unit keluaran atau Output device adalah perangkat keras komputer yang berguna untuk menampilkan hasil proses dari processing unit berupa tampilan gambar maupun suara. Beberapa contoh dari Output device adalah sebagai berikut :
a. Monitor
Monitor merupakan salah satu dari output device yang menghasilkan gambar. Port yang digunakan untuk monitor adalah Port VGA. Ada beberapa jenis monitor yaitu: monitor tabung yaitu monitor yang besar yang biasanya digunakan untuk komputer versi dulu, Monitor LCD (Liquid Crystal Display) yang permukaannya datar sehingga lebih keren dan praktis gambar yang dihasilkan juga lebih bagus.
b. Printer
Printer adalah alat yang digunakan untuk mencetak dokumen yang ada di komputer. Beberapa jenis printer:
·        Dot Matrix
·        InkJet
c. Speaker
Speaker adalah Output device yang menghasilkan suara misalnya anda memutar lagu di komputer anda tanpa speaker tidak akan ada suara yang dihasilkan. Dengan demikian maka fungsi speaker adalah untuk mengeluarkan suara.

4. Unit Penyimpanan (storage device)
            Unit penyimpanan atau Storage Device adalah suatu media yang digunakan untuk menyimpan data secara permanen dan dalam jangka waktu yang lama sehingga data tersebut sewaktu-waktu dapat dibuka dan dibaca lagi. Ada beberapa macam Storage device yaitu

a. Hard Disk
Hard disk adalah perangat keras komputer yang tergolong dalam storage device yang berguna untuk menympan file dengan kapasitas besar. Hard disk biasanya dipasng di dalam komputer tetapi sekarang sudah ada hardisk yang bisa dibawa kemana-mana dengan mudah yang menggunakan port USB sebagai media penghubungnya. Ada 2 jenis hard disk yaitu
1). Hard Disk IDE ( Intergrated device electronics)
Hard disk IDE memilik kapasitas 1,2 GB sampai dengan 8,2 GB
2). Hard Disk SCSI (small computer system interface)
Hard disk SCSI memiliki kelebihan dibandingkan dengan Hard Disk IDE baik di bidang kecepatan, kapasitas, maupun proses pemasangannya. Biasanya hard disk SCSI digunakan untuk hal hal yang sangat kompleks seperti untuk server.
 b. Disket (Floppy Disk)
Disket adalah tempat penyimpanan data yang berupa cakram (disk), kapasitas penyimpanan disket mulai dari 360 kb sampai dengan 1,2 MB.
c. Compact Disk (CD)
Compact Disk (CD) adalah media berbentuk piringan yang berfungsi menyimpan data hingga 700 Megabyte.Untuk mengaktifkannya, perlumedia CD-ROM arau CD-RW.Disk terbuat dari bahan polycarbonate yang dilaisi dengan aluminium karena permukaannya yang reflektif.Informasi dilacak dari CD dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang ditempatkan didalam optical disk player atau disk unit. Cara kerja CD adalah laser akan melindungi lapisan pelindung yang bening ketika motor drive di CD player bekerja memutar disk. Laser itulah yang berfungsi melacak dan menampilkan data, baik dalam bentuk suara, gambar, ataupun data yag direkam di salah satu sisi CD.
d. USB Flash drive
USB Flash drive adalah unit penyimpan data yang dapat menyimpan data hingga 32 Gigabyte. USB Flash Drive terhubung ke komputer menggunakan port USB. Kelebihan USB flash drive dibandingkan dengan harddisk, yaitu USB flash drive dapat dengan mudah dibongkar pasang. USB Flash Drive  memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.


5. Peripheral device (komponen pelengkap)
Peripheral device merupakan perangkat-perangkat tambahan pada komputer. Tanpa komponen peripheral device sebenarnya sebuah komputer sudah bisa difungsikan, akan tetapi dengan adanya perangkat tambahan, maka sebuah komputer akan semakin optimal. Contoh dari peripheral device antara lain adalah speaker (sound system), joystick, microphone dan lain sebagainya.
a. Speaker (sound system)
Speaker atau nama lengkapnya loudspeaker adalah sebuah perangkat elektronika yang mempunyai fungsi untuk mengubah arus listrik menjadi sinyal suara yang dapat kita dengar. Definisi speaker ini bisa juga di artikan sebagai alat yang merubah arus listrik menjadi gelombang getaran dan selanjutnya menjadi gelombang bunyi.
b. Joystick
Tuas kontrol atau Tuas Kendali ( joystick) adalah alat masukan komputer yang berwujud tuas yang dapat bergerak ke segala arah. Alat ini dapat mentransmisikan arah sebesar dua atau tiga dimensi ke komputer.Alat ini umumnya digunakan sebagai pelengkap untuk memainkan permainan video yang dilengkapi lebih dari satu tombol.Tuas kendali telah menjadi alat kontrol utama pada kokpit pesawat terbang, termasuk pesawat jet dan pesawat militer, baik sebagai tuas utama ataupun tuas di sisi-sisinya. Tuas kendali juga digunakan untuk mengontrol mesin seperti mesin derek, truk, kursi roda, kamera pengawas dan mesin pemotong rumput.
c. Microphone
Microphone sering disingkat dengan Mic. Mikrofon dipakai pada banyak alat seperti telepon,  alat bantu dengar, dan pengudaraan radio dan televise. Penggunaan mic tentu saja memerlukan perangkat keras tambahan untuk menerima input suara tersebut yaitu sound card, dan speaker untuk mendengarkan hasil rekaman suara. Mikrofon atau mic adalah sebuah alat yang mengubah suara / bunyi menjadi sinyal listrik atau sensor yang mengubah suara menjadi sinyal listrik.Kebanyakan mikrofon saat ini menggunakan induksi elektromagnetik (mikrofon dinamis), perubahan kapasitansi (mikrofon kondensor), pembangkit piezoelektrik, atau modulasi cahaya untuk menghasilkan sinyal tegangan listrik dari getaran mekanis. 

1.3 Perangkat Lunak (Software)
Software atau hardware itu sifatnya berbeda, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau perangkat lunak yang tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun  bisa untuk dioperasikan. Software dibentuk dari sebuah kode biner yang kemudian dikemas dalam sebuah bahasa mesin, bahasa assembler, bahasa C. Jadi Software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui sofware atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah dan jenis software komputer dibagi menjadi software sistem operasi dan aplikasi.
      a.       Software sistem operasi
Dalam software sistem operasi memiliki 2 fungsi yaitu:
Ø  Pengelolaan seluruh sumber daya sistem komputer (resource manager) baik berupa fisik maupun non fisik
Ø  Sistem operasi sebagai penyedia layanan (extended/virtual machine) ke peengguna komputer sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan pemanfaatan sumber daya sistem komputer.
Adapun jenis-jenis software yang sudah pernah berkembang di Indoesia, yaitu:
o   Munculnya UNIX
o   Sistem operasi windows
o   Sistem operasi LINUX

      b.       Software Aplikasi
Software aplikasi adalah software program yang memiliki aktivitas pemrosesan perintah yang diperlukan untuk melaksankanpermintaan pengguna dengan tujuan tertentu. Software aplikasi terdiri dari bahasa pemrogaman, program aplikasi, paket aplikasi, utilities dan permainan maupun multimedia. Bahasa pemrograman adalah bahasa yang digunakanuntuk memprogram komputer yang dibagi menjadi 3 level yaitu: bahasa tingkat rendah, bahasa tingkat menengah dan bahasa tingkat tinggi.
Saat pertama kali komputer dibuat sekitar tahun 1940-an, bahasa yang digunakan bahasa mesin yang merupakan bahasa tingkat rendah. Bahasa ini dibentuk dengan kode-kode mesin yaitu menghubungkan antar sirkuit yang bahasanya sulit untuk dipelajari. Untuk itu maka terbentuklah bahasa tingkat menengah untuk menanganinyayang berupa assembly. Namun assembly dianggap kurang terstruktur dan tidak efisien maka tahun 1957  terbentuklah bahasa tingkat tinggi, berupa FORTRAN.FORTRAN digunakanpada komputer IBM 704, hingga tahun 1962 versi FORTRAN IV mulai digunakan pada komputer IBM 7030. Dan pada tahun 1978 keluar FOTRAN 77 yang distandardisasi oleh ANSI (American National Standard Institude)
Untuk mendukungoperasi softwareaplikasi diatas tugas pengguna komputer dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
ü  Analis sistem
ü  Programmer
ü  Operator
ü  Administrator  Database
ü  Adminisstrator Jaringan

BAB III
PENUTUP


a. Kesimpulan
Komputer adalah sebuah mesin elektronik yang sangat berguna pada zaman dahulumaupun sekarang.DimanaSejarah komputer dimulai lebih dari 5000 tahun yang silam di Cina, hal ini ditandai dengan adanya abacus yaitu sebuah alat sederhana untuk melakukan perhitungan. Sehingga berkembanglah komputer menjadi 5 (lima) generasi yaitu :
- Komputer Generasi Pertama (tahun 1940-1959)
- Komputer Generasi Dua (tahun 1959-1964)
- Komputer Generasi Tiga  (tahun 1964-1970)
- Komputer Generasi Empat (sejak 1970-1980an)
- Komputer Generasi Lima (tahun 1980an-sekarang dalam tahap perkembangan)
Dari generasi pertama ke generasi selanjutnya selalu mengalami perubahan-perubahan menuju ke program komputer yang baik maupun canggih. Hanya perubahan teknologi mendatang yang mampu mengidentifikasi bagaimana komputer maupun fungsinya di masa yang akan datang.
b.Saran
Dari kesimpulan diatas bahwa komputer merupakan aset terpenting dalam memenuhi kebutuhan setiap manusia, maka sebagai mahasiswa penentu dari kemajuan atau kemerosotan bangsa, hendaknya memberikan makna, pemahaman maupun penjelasan secara rinci bagaimana perkembangan komputer dan manfaat dalam pengaksesannya.





DAFTAR PUSTAKA
·        Diknas.Kurikulum 2004 Teknologi Informasi dan Komunikasi.
·        Budi Permana.2000.Sejarah Komputer.Jakarta: Exel Media Komputindo.
·        Supriyanto, Ali.2005.Pengantar Teknologi Informasi.Jakarta:Salemba Infotek
·        http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/08/20/dampak-jaringan-inherent-terhadap-pendidikan-di-indonesia-berbasis-foss-free-and-open-source-software-untuk-mewujudkan-igos-indonesia-go-open-source/


WISATA KOTA JOGJA

Bab 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kami memilih kota Yogyakarta karena kota Yogyakarta adalah tempat obyek wisata yang tidak asing lagi bagi kita sebagai Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing. Disitu banyak berbagai tempat-tempat obyek pariwisata yang sangat penting, bersejarah dan mempunyai keunikan tersendiri dengan ciri khasnya masing-masing.
            Tempat-tempat obyek pariwisata tersebut misalnya : Candi Borobudur, Candi Prambanan, Monumen Jogja Kembali (Monjali), Keraton Yogyakarta, Malioboro,Taman Pintar,dan Museum Dirgantara.         
1.2 Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang dibahas di karya ilmiah ini adalah :
1.Bagaimana sejarah kota Yogyakarta ?
2.Dimana saja tempat-tempat pariwisata yang sering dikunjungi para wisatawan ?
3.Kenapa kota Yogyakarta dikatakan sebagai kota pariwisata ?
4.Mengapa kota Yogyakarta disebut juga sebagai kota pendidikan ?
1.3. Tujuan
Tujuan penulis membuat karya ilmiah tentang Yogyakarta ini adalah : untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di sekolah, mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Jogja, dan dapat mengetahui seluk beluk tempat-tempat wisata yang ada di Jogja. Khususnya bagi kami, umumnya bagi pembaca.
1.4 Metode
Metode yang kami gunakan dalam membuat karya ilmiah ini adalah :
1. Mendengarkan
2. Pengamatan secara langsung
3. Membaca
4. Browsing
5. Diskusi
1
1.5 Kegunaan
            Karya ilmiah ini dapat digunakan untuk :
1.Menambah wawasan atau pengetahuan yang luas khususnya bagi penulis sendiri     dan umum bagi para pembaca yang budiman.
2. Mengenal tempat-tempat wisata di Jogja yang indah dan dipelihara di Indonesia
3. Mengetahui asal - usul tempat wisata yang ada di jogja.

1.6 Sistematika
            Karena kurangnya pemahaman yang kami miliki dalam mengerjakan karya ilmiah ini, kami melakukan berbagai cara diantaranya :
1. Mendengarkan penjelasan bagaimana cara membuat karya ilmiah dari guru
2. Pengamatan langsung ke objek wisata 
3. Membaca buku yang berkaitan dengan objek wisata
4. Browsing di internet
5. Berdiskusi dengan anggota kelompok








2
Bab 2
PEMBAHASAN
2.1 Candi Borobudur
2.1.1 Gambaran Umum
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur,Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

2.1.2 Sejarah Candi Borobudur
Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahanWangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.
Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa
3
, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan
pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Borobudur-Nothwest-view.jpg/400px-Borobudur-Nothwest-view.jpghttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/27/Borobudur_Mandala.svg/180px-Borobudur_Mandala.svg.png2.1.3 Struktur Borobudur
                                                                                               


       1.0                                     1.1
Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri 10 tingkat,
berukuran 123 x 123 meter, tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5

4
meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan.10 tingkat itu terdiri dari;enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya, yang menghadap kea rah barat. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa. Jumlah stupa di kompleksnya tersebut 594.
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhabMahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatanBodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.
·         Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu.
·         Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka.
·         Arupadhatu, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk.
·         Arupa, bagian paling atas yang melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam
Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi
Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.
Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi


5
candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.
Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.
Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.
2.1.4 Relief
Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.
Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.
Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.

Bagan Relief
Tingkat
Posisi/ Letak
Cerita Relief
Jumlah pigura
Kaki candi asli
- ----------
Karmawibhangga
160 pigura
Tingkat I
- dinding
Lalitawistara
120 pigura
-----------
- ---------
Jataka/ awadana
120 pigura
-----------
- langkan
Jataka/ awadana
372 pigura
-----------
- ---------
Jataka/ awadana
128 pigura
Tingkat II
- dinding
Gandawyuha
128 pigura
-----------
- langkan
Jataka/ awadana
100 pigura
Tingkat III
- dinding
Gandawyuha
88 pigura
-----------
- Langkan
Gandawyuha
88 pigura
Tingkat IV
- dinding
Gandawyuha
84 pigura
-----------
- langkan
Gandawyuha
72 pigura
-----------
jumlah
--------------
1460 pigura

2.1.5 Tahapan pembangunan Borobudur
·         Tahap pertama
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
·         Tahap kedua
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
·         Tahap ketiga
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.
·         Tahap keempat
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.

2.2 Monumen Jogja Kembali
100_5344
 

           


                                  1.2                        
7
Monumen Yogya Kembali atau dikenal oleh masyarakat setempat dengan istilah “Monjali” dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 yang ditandai dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan oleh Kolonel Sugiarto, selaku Walikotamadya Yogyakarta dalam Peringatan Yogya Kembali yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1983.
Dipilihnya nama “Yogya Kembali” dengan maksud sebagai tetenger atau penanda peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949. Hal ini sebagai tanda awal bebasnya Bangsa Indonesia secara nyata dari kekuasaan pemerintahan Belanda.
Pembangunan monumen dengan bentuk kerucut dan terdiri dari tiga lantai ini selesai dibangun dalam waktu empat tahun dan diresmikan pembukaannya tanggal 6 Juli 1989 oleh Presiden RI pada waktu itu, Soeharto. Monumen setinggi kurang lebih 31.8 m ini terletak di Dusun Jongkang, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Bentuk kerucutnya melambangkan bentuk gunung yang menjadi perlambang kesuburan selain memiliki makna melestarikan budaya nenek moyang pra-sejarah. Pemilihan lokasi Monumen Yogya Kembali juga memiliki alasan berlatarkan budaya Yogya, yaitu monumen terletak pada sumbu atau poros imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan pantai Parang Tritis. Sumbu imajiner ini sering disebut dengan Poros Makrokosmos atau Sumbu Besar Kehidupan. Titik imajinernya sendiri bisa anda lihat pada lantai 3 ditempat berdirinya tiang bendera.
Bangunan monumen ini terdiri dari taman depan dimana pengunjung bisa melihat Meriam PSU Kaliber 60mm buatan Rusia, sedangkan dihalaman paling depan anda bisa jumpai Replika Pesawat Guntai dan Pesawat Cureng yang dipakai
8
dalam peristiwa perjuangan ini.
Memasuki halaman museum terdapat dinding yang memenuhi satu sisi selatan monumen yang berisi Rana Daftar Nama Pahlawan dimana pengunjung bisa melihat 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949 dan puisi “Karawang-Bekasi” karangan Khairil Anwar.
Bangunan monumen yang terdiri dari tiga lantai terbagi dalam beberapa bagian. Seluruh bangunan dikelilingi oleh kolam air. Di lantai satu adalah museum dimana terdapat empat ruang museum yang menyajikan benda-benda koleksi berupa: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum yang kesemuanya menggambarkan suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Pengunjung bisa melihat tandu yang digunakan untuk menggotong Panglima Besar Jenderal Soedirman selama perang gerilya, seragam tentara dan dokar yang juga pernah digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Konon total koleksi barang-barang dalam museum tersebut mencapai ribuan.
Perpustakaan menggunakan satu ruang di lantai satu yang merupakan perpustakaan khusus yang menyediakan bahan-bahan referensi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dan dapat dimanfaatkan oleh umum.
Ruang Serbaguna adalah ruangan yang terletak ditengah-tengah ruangan lantai satu lengkap dengan panggung terbuka-nya. Setiap hari Sabtu dan Minggu diruangan ini digelar berbagai atraksi diantaranya tarian klasik, gamelan, musik electone yang memainkan lagu-lagu perjuangan. Ruangan Serbaguna ini bisa digunakan oleh umum untuk acara-acara pernikahan, seminar, wisuda dan lain-lain.
Di lantai 2 bagian dinding paling luar yang melindungi tubuh monumen,
9
pengunjung bisa melihat 40 buah Relief Perjuangan Phisik dan Diplomasi perjuangan Bangsa Indonesia sejak 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949. Pengunjung bisa melihat antara lain relief Jenderal Mayor Meyer yang mengancam Sri Sultan HB IX pada tanggal 3 Maret 1949, Presiden dan para pemimpin lain kembali ke Yogyakarta, pernyataan dari Sri Sultan HB IX yang menyatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bagian dari Negara Republik Indonesia, Perayaan Kemerdekaan di halaman Kraton Ngayogyakarta dan lain-lain.
Didalam bangunan lantai dua terdapat sepuluh diorama perjuangan Phisik dan Diplomasi Bangsa Indonesia sejak 19 Desember 1948 hingga 17 Agustus 1949 dengan ukuran life-size melingkari bangunan monumen. Diorama diawali dengan Agresi Militer Belanda memasuki kota Yogyakarta dalam rangka menguasai kembali Replublik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948 dimana pengunjung bisa menyaksikan miniatur pesawat-pesawat Belanda yang dibuat mirip dengan asli-nya. Apabila anda datang didampingi pemandu maka pemandu
akan dengan senang hati menjelaskan kepada anda peristiwa sesungguhnya yang terjadi dimana pasukan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Van Langen berhasil menguasai Lapangan Udara Maguwo (kini Adisucipto) pada pukul 08.00 dan mengadakan ‘sapu bersih’ terhadap apa yang dijumpai sepanjang jalan menuju Kota Yogyakarta (Jalan Solo). Kurang lebih pukul 16.00 pasukan Belanda sudah menguasai seluruh kota Yogyakarta dan beberapa tempat-tempat penting lain seperti Istana Presiden (Gedung Agung) dan Benteng Vredeburg. Sejak itu perjuangan merebut kembali Negara RI dimulai.
Kesepuluh diorama disajikan dalam kronologis waktu sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami urutan kejadian yang sebenarnya. Disini kita juga semakin memahami peran perjuangan Jenderal Soedirman yang waktu itu dengan kondisi kesehatan sangat lemah dan paru-paru sebelah tetap
10
memaksakan diri ikut berjuang dengan cara gerilya walaupun Presiden Soekarno sudah memintanya untuk tinggal bersamanya saja. Diorama ini disajikan diawal-awal.
Ditengah-tengah diorama disisipkan juga adegan yang terkenal dengan sebutan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin oleh Letkol Soeharto yang memiliki tujuan politik, psikologis dan militer dimana bangsa Indonesia ingin mengabarkan pada dunia mengenai eksistensi-nya. Berita keberhasilan SU 1 Maret 1949 tersebut berhasil disebarluaskan melalui jaringan radio AURI dengan sandi PC-2 di Banaran, Playen, Gunung Kidul secara beranting hingga sampai ke Burma, India dan sampai kepada perwakilan RI di PBB.
Menjelang diorama terakhir kita bisa melihat akhir dari perjuangan panjang dan melelahkan bangsa dimana akhirnya tentara Belanda ditarik dari Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan Sri Sultan HB IX bertindak selaku koordinator keamanan yang mengawasi jalannya penarikan pasukan tersebut dan diakhiri dengan adanya Persetujuan Roem-Royen pada tanggal 7 Mei 1949.
Puas mendengarkan penuturan pemandu tentang sejarah perjuangan bangsa jangan lupa menyempatkan diri ke lantai tiga dari gedung monumen yang dinamakan Garbha Graha atau Ruang Hening. Dalam ruangan ini terdapat tiang bendera dengan bendera merah putih terpasang ditengah ruangan.  Terdapat relief di dinding berupa gambar tangan yang dapat diartikan sebagai perjuangan phisik dan perjuangan diplomasi yang digambarkan dengan tangan memegang pena. Pemandu akan meminta pengunjung untuk menundukkan kepala dan berdoa sejenak bagi arwah para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan dapat diterima di sisi Tuhan sesuai dengan amal baktinya.
Monumen ini sangat tepat menjadi sarana kita untuk memahami sejarah tanpa harus merasa digurui karena peran pemandu dalam menyampaikan setiap cerita dalam diorama sangat menarik dan tidak menjemukan. Disini pengunjung
11
akan disegarkan kembali ingatannya akan sejarah perjuangan bangsa dan mengetahui siapa saja tokoh-tokoh dibalik perjuangan itu. Tidak salah apabila anda mengunjungi monumen ini bersama keluarga karena selain semua tempat yang telah disebutkan monumen ini juga dilengkapi dengan taman yang terletak di bagian barat dan timur. Beberapa pentas seni seperti keroncong dan campur sari sering diselenggarakan ditaman monumen ini terutama dalam perayaan-perayaan seperti Hari Raya Idul Fitri.
Monumen ini dibuka setiap hari Selasa - Minggu pada jam 08.00 – 16.00 WIB tetapi pada masa liburan sekolah monumen ini juga buka pada hari Senin dari jam 08.00 – 14.00 WIB. Dengan biaya masuk Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 7.500 untuk wisatawan asing tempat ini layak untuk dijadikan tempat kunjungan wisata anda bersama keluarga.
180px-Jogja2.3 Kraton Yogyakarta
           


1.3
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta dikenal secara umum oleh masyarakat sebagai bangunan istana salah satu kerajaan nusantara. Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Yogyakarta sampai tahun 1950 ketika pemerintah Negara Bagian Republik Indonesia menjadikan Kesultanan Yogyakarta (bersama-sama Kadipaten Paku Alaman) sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti di tahun 1755. Lokasi keraton ini konon
13
adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam diPesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.
Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul
 (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta
·         Tata Ruang dan Arsitektur
Arsitek istana ini adalah Sultan Hamengku Buwono I sendiri, yang merupakan pendiri dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keahliannya dalam bidang arsitektur dihargai oleh ilmuwan berkebangsaan Belanda - Dr. Pigeund dan Dr. Adam yang menganggapnya sebagai "arsitek dari saudara Pakubuwono II Surakarta". Bangunan pokok dan desain dasar tata ruang dari keraton berikut desain dasar landscape kota tua Yogyakarta[6] diselesaikan antara tahun 1755-1756. Bangunan lain di tambahkan kemudian oleh para Sultan Yogyakarta berikutnya. Bentuk istana yang tampak sekarang ini sebagian besar merupakan hasil pemugaran dan restorasi yang dilakukan oleh Sultan Hamengku
14
Buwono VIII (bertahta 1921-1939).
1.4



Koridor di Kedhaton dengan latar belakang Gedhong Jene dan Gedhong Purworetno
Dahulu bagian utama istana, dari utara keselatan, dimulai dari Gapura Gladhag di utara sampai di Plengkung Nirboyo di selatan. Bagian-bagian utama keraton Yogyakarta dari utara ke selatan adalah: Gapura Gladag-Pangurakan; Kompleks Alun-alun Ler (Lapangan Utara) dan Mesjid Gedhe (Masjid Raya Kerajaan); Kompleks Pagelaran, Kompleks Siti Hinggil Ler, Kompleks Kamandhungan Ler; Kompleks Sri Manganti; Kompleks Kedhaton; Kompleks Kamagangan; Kompleks Kamandhungan Kidul; Kompleks Siti Hinggil Kidul (sekarang disebut Sasana Hinggil); serta Alun-alun Kidul (Lapangan Selatan) dan Plengkung Nirbaya yang biasa disebut Plengkung Gadhing.
Bagian-bagian sebelah utara Kedhaton dengan sebelah selatannya boleh dikatakan simetris. Sebagian besar bagunan di utara Kompleks Kedhaton menghadap arah utara dan di sebelah selatan Kompleks Kedhaton menghadap ke selatan. Di daerah Kedhaton sendiri bangunan kebanyakan menghadap timur atau barat. Namun demikian ada bangunan yang menghadap ke arah yang lain.
Selain bagian-bagian utama yang berporos utara-selatan keraton juga memiliki bagian yang lain. Bagian tersebut antara lain adalah Kompleks Pracimosono, Kompleks Roto Wijayan, Kompleks Keraton Kilen, Kompleks Taman Sari, dan Kompleks Istana Putra Mahkota (mula-mula Sawojajar kemudian di nDalem Mangkubumen). Di sekeliling Keraton dan di dalamnya
15
terdapat sistem pertahanan yang terdiri dari tembok/dinding Cepuri dan Baluwerti. Di luar dinding tersebut ada beberapa bangunan yang terkait dengan keraton antara lain Tugu Pal Putih, Gedhong Krapyak, nDalem Kepatihan (Istana Perdana Menteri), dan Pasar Beringharjo.
·         Arsitektur Umum
Secara umum tiap kompleks utama terdiri dari halaman yang ditutupi dengan pasir dari pantai selatan, bangunan utama serta pendamping, dan kadang ditanami pohon tertentu. Kompleks satu dengan yang lain dipisahkan oleh tembok yang cukup tinggi dan dihubungkan dengan Regol yang biasanya bergaya Semar Tinandu. Daun pintu terbuat dari kayu jati yang tebal. Di belakang atau di muka setiap gerbang biasanya terdapat dinding penyekat yang disebut Renteng atau Baturono. Pada regol tertentu penyekat ini terdapat ornamen yang khas.
Bangunan-bangunan Keraton Yogyakarta lebih terlihat bergaya arsitektur Jawa tradisional. Di beberapa bagian tertentu terlihat sentuhan dari budaya asing seperti Portugis, Belanda, bahkan Cina. Bangunan di tiap kompleks biasanya berbentuk/berkonstruksi Joglo atau derivasi/turunan konstruksinya. Joglo terbuka tanpa dinding disebut dengan Bangsal sedangkan joglo tertutup dinding dinamakanGedhong (gedung). Selain itu ada bangunan yang berupa kanopi beratap bambu dan bertiang bambu yang disebut Tratag. Pada perkembangannya bangunan ini beratap seng dan bertiang besi.
Permukaan atap joglo berupa trapesium. Bahannya terbuat dari sirap, genting tanah, maupun seng dan biasanya berwarna merah atau kelabu. Atap tersebut ditopang oleh tiang utama yang di sebut dengan Soko Guru yang berada di tengah bangunan, serta tiang-tiang lainnya. Tiang-tiang bangunan biasanya berwarna hijau gelap atau hitam dengan ornamen berwarna kuning, hijau muda, merah, dan emas maupun yang lain. Untuk bagian bangunan lainnya yang terbuat
16
dari kayu memiliki warna senada dengan warna pada tiang. Pada bangunan tertentu (misal Manguntur Tangkil) memiliki ornamen Putri Mirong, stilasi dari kaligrafi Allah, Muhammad, dan Alif Lam Mim Ra, di tengah tiangnya.
Untuk batu alas tiang, Ompak, berwarna hitam dipadu dengan ornamen berwarna emas. Warna putih mendominasi dinding bangunan maupun dinding pemisah kompleks. Lantai biasanya terbuat dari batu pualam putih atau dari ubin bermotif. Lantai dibuat lebih tinggi dari halaman berpasir. Pada bangunan tertentu memiliki lantai utama yang lebih tinggi. Pada bangunan tertentu dilengkapi dengan batu persegi yang disebut Selo Gilang tempat menempatkan singgasana Sultan.
Tiap-tiap bangunan memiliki kelas tergantung pada fungsinya termasuk kedekatannya dengan jabatan penggunanya. Kelas utama misalnya, bangunan yang dipergunakan oleh Sultan dalam kapasitas jabatannya, memiliki detail ornamen yang lebih rumit dan indah dibandingkan dengan kelas dibawahnya. Semakin rendah kelas bangunan maka ornamen semakin sederhana bahkan tidak memiliki ornamen sama sekali. Selain ornamen, kelas bangunan juga dapat dilihat dari bahan serta bentuk bagian atau keseluruhan dari bangunan itu sendiri.
Keraton Yogyakarta juga mempunyai bangunan-bangunan yang berada di luar lingkungan Keraton itu sendiri. Bangunan-bangunan tersebut memiliki kaitan yang erat dan boleh jadi merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
Tugu Golong Gilig
Tugu golong gilig atau tugu pal putih (white pole) merupakan penanda batas utara kota tua Yogyakarta. Semula bangunan ini berbentuk seperti tongkat bulat (gilig) dengan sebuah bola (golong) diatasnya. Bangunan ini mengingatkan pada Washington Monument di Washington DC. Pada tahun 1867 bangunan ini rusak (patah) karena gempa bumi yang juga merusakkan situs Taman Sari. Pada
17
masa pemerintahan Sultan HB VII bangunan ini didirikan kembali. Namun sayangnya dengan bentuk berbeda seperti yang dapat disaksikan sekarang (Januari 2008). Ketinggiannya pun dikurangi dan hanya sepertiga tinggi bangunan aslinya. Lama-kelamaan nama tugu golong gilig dan tugu pal putih semakin dilupakan seiring penyebutan bangunan ini sebagai Tugu Yogyakarta.
Panggung Krapyak
Panggung krapyak dibangun oleh Sultan HB I dan saat ini merupakan benda cagar budaya. Gedhong panggung, demikian disebut, merupakan sebuah podium dari batu bata dengan tinggi 4 m, lebar 5 m, dan panjang 6 m. Tebal dindingnya mencapai 1 m. Bangunan ini memiliki 4 pintu luar, 8 jendela luar, serta 8 pintu di bagian dalam. Atap bangunan dibuat datar dengan pagar pembatas di bagian tepinya. Untuk mencapainya tersedia tangga dari kayu di bagian barat laut. Bangunan bertingkat ini disekat menjadi 4 buah ruang. Dahulu tempat ini digunakan sebagai lokasi berburu menjangan (rusa/kijang) oleh keluarga kerajaan.
Berlokasi dekat Ponpes Krapyak, konon tempat Gus Dur (presiden IV) pernah menimba ilmu, bangunan di sebelah selatan Keraton ini menjadi batas selatan kota tua Yogyakarta. Namun demikian, bangunan ini lebih mirip dengan gerbang kemenangan, Triumph d’Arc. Kondisinya sempat memprihatinkan akibat gempa bumi tahun 2006 sebelum akhirnya direnovasi. Setelah renovasi bangunan ini diberi pintu besi sehingga orang-orang tidak dapat masuk kedalamnya.
Kepatihan
Dalem Kepatihan merupakan tempat kediaman resmi (Official residence) sekaligus kantor Pepatih Dalem. Di tempat inilah pada zamannya diselenggarakan kegiatan pemerintahan sehari-hari kerajaan. Sejak tahun 1945 kantor Perdana Menteri Kesultanan Yogyakarta ini menjadi kompleks kantor Gubernur/Kepala Daerah Istimewa dan PemProv DIY. Selain Pendopo Kepatihan, sisa bangunan
18
lama tempat ini juga dapat dilihat pada Gedhong Wilis (kantor gubernur), Gedhong Bale Mangu (dulu digunakan sebagai gedung pengadilan Bale Mangu, sebuah badan peradilan Kesultanan Yogyakarta dalam lingkungan peradilan umum), dan Masjid Kepatihan. Sekarang tempat ini memiliki pintu utama di Jalan Malioboro.
Pathok Negoro
Mesjid Pathok Negoro yang berjumlah empat buah menjadi penanda batas wilayah ibukota (?). Lokasi masjid ini berada di Ploso Kuning (batas utara), Mlangi (batas barat), Kauman Dongkelan (batas selatan), dan Babadan (batas timur). Pendirian masjid ini juga memiliki tujuan sebagai pusat penyiaran agama Islam selain masjid raya kerajaan. Kedudukan masjid ini adalah setingkat dibawah masjid raya kerajaan. Ini dapat dilihat dari kedudukan para imam besar/penghulu (jw=Kyai Pengulu) masjid ini menjadi anggota Al-Mahkamah Al-Kabirah, badan peradilan Kesultanan Yogyakarta dalam lingkungan peradilan agama Islam, dimana imam besar masjid raya kerajaan (Kangjeng Kyai Pengulu) menjadi ketua mahkamah.
Bering Harjo
Pasar Bering Harjo merupakan salah satu pusat ekonomi Kesultanan Yogyakarta pada zamannya. Berlokasi di sisi timur jalan Jend. A Yani, pasar Bering Harjo sampai saat ini menjadi salah satu pasar induk di Yogyakarta. Sekarang pasar ini jauh berbeda dengan aslinya. Bangunannya yang megah terdiri dari tiga lantai dan dibagi dalam dua sektor barat dan timur yang dibatasi oleh jalan kecil. Namun demikian pasar yang berada tepat di utara benteng Vredeburg ini tetap menjadi sebuah pasar tradisional yang merakyat.

19
Warisan Budaya
Selain memiliki kemegahan bangunan Keraton Yogyakarta juga memiliki suatu warisan budaya yang tak ternilai. Diantarannya adalah upacara-upacara adat, tari-tarian sakral, musik, dan pusaka (heirloom). Upacara adat yang terkenal adalah upacara Tumplak Wajik, Garebeg, upacara Sekaten dan upacara Siraman Pusaka dan Labuhan. Upacara yang berasal dari zaman kerajaan ini hingga sekarang terus dilaksanakan dan merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilindungi dari klaim pihak asing.
Tumplak Wajik
Upacara tumplak wajik adalah upacara pembuatan Wajik (makanan khas yang terbuat dari beras ketan dengan gula kelapa) untuk mengawali pembuatan pareden yang digunakan dalam upacara Garebeg. Upacara ini hanya dilakukan untuk membuat pareden estri pada Garebeg Mulud dan Garebeg Besar. Dalam upacara yang dihadiri oleh pembesar Keraton ini di lengkapi dengan sesajian. Selain itu upacara yang diselenggarakan dua hari sebelum garebeg juga diiringi dengan musik ansambel lesung-alu (alat penumbuk padi), kenthongan, dan alat musik kayu lainnya. Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan pembuatan pareden.
Garebeg
Upacara Garebeg diselenggarakan tiga kali dalam satu tahunkalender/penanggalan Jawa yaitu pada tanggal dua belas bulan Mulud (bulan ke-3), tanggal satu bulan Sawal (bulan ke-10) dan tanggal sepuluh bulan Besar (bulan ke-12). Pada hari-hari tersebut Sultan berkenan mengeluarkan sedekahnya kepada rakyat sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan atas kemakmuran kerajaan. Sedekah ini, yang disebut dengan Hajad Dalem, berupa pareden/gunungan yang terdiri dari Pareden Kakung, Pareden Estri, Pareden Pawohan, Pareden Gepak,
20
dan Pareden Dharat, serta Pareden Kutug/Bromo yang hanya dikeluarkan 8 tahun sekali pada saat Garebeg Mulud tahun Dal.
Gunungan kakung berbentuk seperti kerucut terpancung dengan ujung sebelah atas agak membulat. Sebagian besar gunungan ini terdiri dari sayuran kacang panjang yang berwarna hijau yang dirangkaikan dengan cabai merah, telur itik, dan beberapa perlengkapan makanan kering lainnya. Gunungan estri berbentuk seperti keranjang bunga yang penuh dengan rangkaian bunga. Sebagian besar disusun dari makanan kering yang terbuat dari beras maupun beras ketan yang berbentuk lingkaran dan runcing. Kedua gunungan ini ditempatkan dalam sebuah kotak pengangkut yang disebut Jodhang.
Gunungan pawohan terdiri dari buah-buahan segar yang diletakkan dalam keranjang dari daun kelapa muda (Janur) yang berwarna kuning. Gunungan ini juga ditempatkan dalam jodhang dan ditutup dengan kain biru. Gunungan gepakberbentuk seperti gunungan estri hanya saja permukaan atasnya datar. Gunungan dharat juga berbentuk seperti gunungan estri namun memiliki permukaan atas yang lebih tumpul. Kedua gunungan terakhir tidak ditempatkan dalam jodhang
melainkan hanya dialasi kayu yang berbentuk lingkaran. Gunungan kutug/bromo memiliki bentuk khas karena secara terus menerus mengeluarkan asap (kutug) yang berasal dari kemenyan yang dibakar. Gunungan yang satu ini tidak diperebutkan oleh masyarakat melainkan dibawa kembali ke dalam keraton untuk di bagikan kepada kerabat kerajaan.
Pada Garebeg Sawal Sultan menyedekahkan 1-2 buah pareden kakung. Jika dua buah maka yang sebuah diperebutkan di Mesjid Gedhe dan sebuah sisanya diberikan kepada kerabat Puro Paku Alaman. Pada garebeg Besar Sultan mengeluarkan pareden kakung, estri, pawohan, gepak, dan dharat yang masing-masing berjumlah satu buah. Pada garebeg Mulud/Sekaten Sultan memberi
21
sedekah pareden kakung, estri, pawohan, gepak, dan dharat yang masing-masing berjumlah satu buah. Bila garebeg Mulud diselenggarakan pada tahun Dal, maka ditambah dengan satu pareden kakung dan satu pareden kutug.
Sekaten
Sekaten merupakan sebuah upacara kerajaan yang dilaksanakan selama tujuh hari. Konon asal-usul upacara ini sejak kerajaan Demak. Upacara ini sebenarnya merupakan sebuah perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad. Menurut cerita rakyat kata Sekaten berasal dari istilah credo dalam agama Islam, Syahadatain. Sekaten dimulai dengan keluarnya dua perangkat Gamelan Sekati, KK Guntur Madu dan KK Nagawilaga, dari keraton untuk ditempatkan di Pagongan Selatan dan Utara di depanMesjid Gedhe.
Selama tujuh hari, mulai hari ke-6 sampai ke-11 bulan Mulud, kedua perangkat gamelan tersebut dimainkan/dibunyikan (jw: ditabuh) secara bergantian menandai perayaan sekaten. Pada malam kedelapan Sultan atau wakil yang beliau tunjuk, melakukan upacara Udhik-Udhik, tradisi menyebar uang logam (koin). Setelah itu Sultan atau wakil beliau masuk ke Mesjid Gedhe untuk mendengarkan pengajian maulid nabi dan mendengarkan pembacaan riwayat hidup nabi.
Akhirnya pada hari terakhir upacara ditutup dengan Garebeg Mulud. Selama sekaten Sego Gurih (sejenis nasi uduk) dan Endhog Abang (harfiah=telur merah) merupakan makanan khas yang banyak dijual. Selain itu terdapat pula sirih pinang dan bunga kantil (Michelia alba; famili Magnoliaceae). Saat ini selain upacara tradisi seperti itu juga diselenggarakan suatu pasar malam yang dimulai sebulan sebelum penyelenggaraan upacara sekaten yang sesungguhnya.
Upacara Siraman/Jamasan Pusaka dan Labuhan
Dalam bulan pertama kalender Jawa, Suro, Keraton Yogyakarta memiliki
22
upacara tradisi khas yaitu Upacara Siraman/Jamasan Pusaka dan Labuhan. Siraman/Jamasan Pusaka adalah upacara yang dilakukan dalam rangka membersihkan maupun merawat Pusaka Kerajaan (Royal Heirlooms) yang dimiliki. Upacara ini di selenggarakan di empat tempat. Lokasi pertama adalah di Kompleks Kedhaton (nDalem Ageng Prabayaksa dan bangsal Manis). Upacara di lokasi initertutup untuk umum dan hanya diikuti oleh keluarga kerajaan.
Lokasi kedua dan ketiga berturut turut di kompleks Roto Wijayan dan Alun-alun. Di Roto Wijayan yang dibersihkan/dirawat adalah kereta-kereta kuda. Kangjeng Nyai Jimat, kereta resmi kerajaan pada zaman Sultan HB I-IV, selalu dibersihkan setiap tahun. Kereta kuda lainnya dibersihkan secara bergilir untuk mendampingi (dalam setahun hanya satu kereta yang mendapat jatah giliran). Di Alun-alun dilakukan pemangkasan dan perapian ranting dan daun Waringin Sengker yang berada ditengah-tengah lapangan. Lokasi terakhir adalah di pemakaman raja-raja di Imogiri. Di tempat ini dibersihkan dua bejana yaitu Kyai Danumaya dan Danumurti. Di lokasi kedua, ketiga, dan keempat masyarakat umum dapat menyaksikan prosesi upacaranya.
Labuhan adalah upacara sedekah yang dilakukan setidaknya di dua tempat yaitu Pantai Parang Kusumo dan Lereng Gunung Merapi. Di kedua tempat itu benda-benda milik Sultan seperti nyamping (kain batik), rasukan (pakaian) dan sebagainya di-larung (harfiah=dihanyutkan). Upacara Labuhan di lereng Gunung Merapi (Kabupaten Sleman) dipimpin oleh Juru Kunci Gunung Merapi (sekarang Januari 2008 dijabat oleh Mas Ngabehi Suraksa Harga atau yang lebih dikenal dengan Mbah Marijan) sedangkan di Pantai Parang Kusumo Kabupaten Bantul dipimpin oleh Juru Kunci Cepuri Parang Kusumo. Benda-benda tersebut kemudian diperebutkan oleh masyarakat.


23
Pusaka Kerajaan (Royal Heirlooms)
Regalia
Regalia merupakan pusaka yang menyimbolkan karakter Sultan Yogyakarta dalam memimpin negara berikut rakyatnya. Regalia yang dimiliki oleh terdiri dari berbagai benda yang memiliki makna tersendiri yang kesemuanya secara bersama-sama disebut KK Upocoro. Macam benda dan dan maknanya sebagai berikut:
Banyak (berwujud angsa) menyimbolkan kelurusan, kejujuran, serta kesiap siagaan serta ketajaman;
Dhalang (berwujud kijang) menyimbolkan kecerdasan dan ketangkasan;
Sawung (berwujud ayam jantan) menyimbolkan kejantanan dan rasa tanggung jawab;
Galing (berwujud burung merak jantan) menyimbolkan kemuliaan, keagungan, dan keindahan;
Hardawalika (berwujud raja ular naga) menyimbolkan kekuatan;
Kutuk (berwujud kotak uang) menyimbolkan kemurahan hati dan kedermawanan;
Kacu Mas (berwujud tempat saputangan emas) menyimbolkan kesucian dan kemurnian;
Kandhil (berwujud lentera minyak) menyimbolkan penerangan dan pencerahan; dan
Cepuri (berwujud nampan sirih pinang), Wadhah Ses (berwujud kotak rokok), danKecohan (berwujud tempat meludah sirih pinang) menyimbolkan proses membuat keputusan/kebijakan negara. KK Upocoro selalu ditempatkan di belakang Sultan saat upacara resmi kenegaraan (state ceremony) dilangsungkan. Pusaka ini dibawa oleh sekelompok gadis remaja yang disebut dengan abdi-Dalem Manggung.
24
2.4 Taman Pintar
Taman Pintar Yogyakarta adalah wahana wisata yang terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jln. Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta, di kawasanBenteng Vredeburg. Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Beberapa tahun ini Taman Pintar menjadi alternatif tempat berwisata bagi masyarakat Yogyakarta maupun luar kota.[1]
Taman ini, khususnya pada wahana pendidikan anak usia dini dilengkapi dengan teknologi interaktif digital serta pemetaan video yang akan memacu imajinasi anak serta ketertarikan mereka terhadap teknologi. Pada saat ini ada 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif.
2.5 Candi Prambanan
            Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambananadalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatanSemarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.
Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.

25
Renovasi
Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudianIsaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993.
Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.Sekarang, candi ini adalah sebuah situs yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan.
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m.Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil.Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, BataraWisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.
26
Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arcaDurga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya.
Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang.Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu.
Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracaritaRamayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut perwara. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburan.Salah satu dari candi dalam

2.6 Museum Dirgantara
     


Museum ini terletak di ujung utara Kabupaten Bantul perbatasan dengan Kabupaten Sleman tepatnya di komplek Pangkalan Udara TNI-AU Adisucipto Yogyakarta. Museum ini banyak menampilkan sejarah kedirgantaraan bangsa
27
Indonesia serta sejarah perkembangan angkatan udara RI pada khususnya. Selain terdapat diorama juga terdapat bermacam-macam jenis pesawat yang dipergunakan pada masa perjuangan. Beberapa model dari pesawat tersebut adalah milik tentara jepang yang digunakan oleh angkatan udara Indonesia

            Keberadaan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala berdasarkan atas gagasan dari Pimpinan TNI AU untuk mengabadikan dan mendokumentasikan segala kegiatan dan peristiwa bersejarah di lingkungan TNI AU. Hal tersebut telah lama dituangkan dalam Keputusan Menteri/ Panglima Angkatan Udara No. 491, tanggal 6 Agustus 1960 tentang Dokumen dan Museum Angkatan Udara. Setelah mengalami proses yang lama, pada tanggal 21 April 1967, gagasan itu dapat diwujudkan dan organisasinya berada di bawah Pembinaan Asisten Direktorat Budaya dan Sejarah Menteri Panglima Angkatan Udara di Jakarta. Berdasarkan Instruksi Menteri/ Panglima Angkatan Udara Nomor 2 tahun 1967, tanggal 30 Juli 1967 tentang peningkatan kegiatan bidang sejarah, budaya, dan museum, maka Museum Angkatan Udara mulai berkembang dengan pesat. Berkat perhatian yang besar, baik dari Panglima Angkatan Udara maupun Panglima Komando Wilayah Udara V (Pang Kowilu V), pada tanggal 4 April 1969 Museum Pusat TNI AU yang berlokasi di Markas Komando Udara V, di Jalan Tanah Abang Bukit Jakarta, diresmikan oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin.

            Berdasarkan berbagai pertimbangan bahwa kota Yogyakarta pada periode 1945-1949 mempunyai peranan penting dalam sejarah, yaitu tempat lahirnya TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU, serta merupakan kawah Candradimuka bagi Kadet Penerbang/ Taruna Akademi Angkatan Udara. Berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Kep/11/IV/1978, museum yang semula berkedudukan di Jakarta, kemudian dipindahkan ke Yogyakarta. Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AU Nomor Skep/04/IV/1978 tanggal 17 April 1978, museum yang berlokasi di Kampus Akabri Bagian Udara

28
itu ditetapkan oleh Marsekal TNI Ashadi Tjahyadi menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, pada tanggal 29 Juli 1978 yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti TNI AU. Perkembangan selanjutnya, museum itu tidak dapat menampung lagi koleksi alutsista yang ada karena lokasinya yang sukar dijangkau oleh umum dan kendaraan. Oleh karena itu, Pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkannya ke gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisucipto. Sebelum pemindahan dilakukan gedung itu direhabilitasi untuk dijadikan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani prasasti sebagai bukti dimulainya rehabilitasi gedung itu.

            Penggunaan dan pembangunan kembali gedung bekas pabrik gula itu diperkuat dengan Surat Perintah Kepala Staf TNI AU Nomor Sprin/05/IV/1984, tanggal 11 April 1984. Dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI AU, tanggal 29 Juli 1984, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan gedung yang sudah direhabilitasi itu sebagai gedung Museum Pusat TNI AU Dirgantara
Mandala.
Lokasi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala itu berada di Pangkalan Udara Adisucipto, di bawah Sub Dinas Sejarah, Dinas Perawatan Personel TNI AU, Jakarta.Bangunan, Gedung Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang ditempati sekarang adalah bekas pabrik gula Wonocatur pada zaman Belanda, sedangkan pada zaman Jepang digunakan untuk gudang senjata dan hanggar pesawat terbang. Koleksi, Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala memamerkan benda-benda koleksi sejarah, antara lain : koleksi peninggalan para pahlawan udara, diorama, pesawat miniatur, pesawat terbang dari negara-negara Blok Barat dan Timur, senjata api, senjata tajam, mesin pesawat, radar, bom atau roket, parasut dan patung-patung tokoh TNI Angkatan Udara.


29
Bab 3
PENUTUP
 3.1 Kesimpulan
            Dari bacaan diatas dapat disimpulkan bahwa Yogyakarta memiliki banyak sekali tempat wisata yang unik dan mengagumkan, tempat-tempat bersejarah dan tempat-tempat yang indah. Dan semua itu sangat berkaitan erat dengan pendidikan, karena dengan mengetahui tempat-tempat wisata tersebut kita bisa tahu sejarah dan menambah ilmu pengetahuan.
3.2 Saran
Mungkin inilah yang diwacanakan pada penulisan kelompok ini meskipun penulisan ini jauh dari sempurna minimal kita mengimplementasikan tulisan ini. Masih banyak kesalahan dari penulisan kelompok kami, karna kami manusia yang adalah tempat salah dan dosa dan kami juga butuh saran/ kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masa depan yang lebih baik daripada masa sebelumnya. Kami juga mengucapkan terima kasih atas guru guru yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.


Daftar Keterangan Gambar
1.0  Struktur Borobudur
1.1 Borobudur keseluruhan
1.2 Bangunan MONJALI keseluruhan
1.3 Atap Kraton
1.4 Koridor di Kraton
1.5 Keadaan di dalam Museum Dirgantara


2.0   
Daftar Pustaka
Atikah Anindyarini, dkk. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
__________. 2012. Karya Wisata. Garut: SMPN 1 Tarogong Kaler.
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Borobudur
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Sejarah DIY
http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Pintar_Yogyakarta